Configuration

"between the good and the bad is where

you'll find me reaching for heaven"















FrenshiPath

Daisypath - Personal pictureDaisypath Friendship tickers
Showing posts with label Dzikrul Maut. Show all posts
Showing posts with label Dzikrul Maut. Show all posts

Sunday, September 25, 2011

Cita itu tak sama tanpamu, sahabat...

Sahabat... 

Betapa aku ingin bertemu dan bercerita seru dan kembali bermimpi untuk cita-cita yang kutahu, teramat ingin kau raih... 

Sahabatku yang lebih dicintai Allah, kau tahu, setiap kali aku merasai pengalaman baru, keberadaanmu begitu terasa... dan, bahkan seringkali, aku berharap andai saja kau juga dapat merasakannya. 

Ada bagian dari bawah sadarku yang kerap merasa berdosa padamu... bersalah akan kehilangan sosokmu... seandainya kau terus pergi dan tak perlu hiraukan keputusan sepeleku waktu itu, kau mungkin masih ada hingga detik ini. 

Sahabat, bila kau disini, kuyakin hari ini kita bisa berjibaku bersama... mengejar impian kuliah ke negeri asing itu. Selalu terbersit sesal di hati... bahwa faktanya, aku sendiri. Bahwa aku... secara tidak langsung merupakan alasan mengapa kau telah tiada kini. 

Sahabat, maafkanlah. 

Karena aku tidak tahu harus kemana untuk mengunjungimu, seperti di hari-hari yang telah lalu, aku berharap Allah menyampaikan maafku padamu. 

Maaf atas kecerobohan terbesarku itu... 

Ironis, bukan? 

Padahal, saat itu kita menghadapi takdir tak terduga... 

I am very very sorry... I, I've never thought it would turn out that way... 

Sahabat, Allah ternyata lebih menyayangimu... 

It's so heartbreaking for that I kept on seeing you in my dreams... 

Kita tak tahu betapa pentingnya sesuatu, sampai kita kehilangannya. 

Sahabat, tempat aku mencurahkan unek-unek dan impian-impian itu telah kembali ke sang Pencipta... dan, aku kemudian mengerti ternyata... setelah berhasil meraih cita yang ingin kuraih... rasa itu tidak lagi sama. 

Ada bongkahan kegembiraan yang tak dapat diisi sempurna... sesempurna bila cita itu kugapai bersama-sama denganmu, sahabatku. 

Cita itu tak lagi sama tanpamu...

Saturday, May 21, 2011

Sang Ustadzah Telah Pergi

Ustzh. Yoyoh dan suaminya, Budi Darmawan, beserta 13 putra dan putrinya.

Innalillahi, barusan dapat berita duka.

Ustazah Yoyoh Yusroh, yang juga salah satu dari sekian wanita-wanita kebanggaan Islam yang aku kagumi, yang mampu mengurus sebuah keluarga dengan lima belas anggotanya sekaligus umat di saat yang sama, telah berpulang ke rahmatullah dini hari pukul 03.30 pagi tadi.

Sangat, sangat mengejutkan. Rasanya seperti kehilangan sesuatu yang telah mengakar di hati, dan sulit untuk kuungkapkan.

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Hanya kepada Allah-lah semua milik-Nya kembali.

Semoga rahmat Allah selalu dilimpahkan atas dirinya, dan semoga suami, dan ke-13 putra-putrinya mendapat keteguhan dan ketabahan senantiasa.

Amin.

*I hope to become as strong, dedicated, and loyal as her, in my future life, too. I always hope. Amin.

Friday, July 30, 2010

Why...do you think it happens?

Dalam setiap perputaran waktu, selalu ada kelahiran, selalu ada kematian

Lalu, pernahkah terlintas di pikiranmu, tentang 'mengapa'...

Mengapa, kita tertawa senang dan bahagia ketika seorang anak manusia lahir ke dunia, namun sang anak malah menangis sekeras-kerasnya...

Mengapa?

Dan, mengapa juga, justru di saat seorang manusia akan pergi meninggalkan dunia ini sambil menyunggingkan senyumnya, kita malah tidak rela melepasnya, menangis pilu...hingga meraung sejadi-jadinya...

Mengapa?

Apakah kamu tahu mengapa?