Showing posts with label The Power of Kata. Show all posts
Showing posts with label The Power of Kata. Show all posts
Friday, April 18, 2014
Spring Fever.
Wednesday, January 16, 2013
A Flashback to My January of 2012
Jan 1
"semakin lama pistol udah jadi barang primer... mungkin malah lebih
murah dari sembako. huft..."
Jan 5
> "Apa salah para pekerja2 dr luar sampai
harus mati di tanah yg konon merupakan serambi Mekkah?? Are they going to have
genocide here??
"Bloody January"
> "Skor toefl pns min 600??? Gilak,, bener2
lawak dah.. Mo saingan ma kampus luar negri neh???
Wew, just what the govt thinking? Such a ketoprak
humor,, hadeuh"
Jan 8
> "Should we start talking about something
else?"
> "to make the things right, or to make the
right things...?"
Jan 9
> "Is there anybody who can read people's
mind??? Gaahh, lu kira jean grey? Macem X-Men aja neh pilem... Sodara2 sekalian,
mari tontonlah The Cell 2,, di tipi2 sodara2... hee"
> "Places that I'd like to visit...are
where I can see things that I can see."
Jan 10
> "Wish ada 24h deliperi serpis....tiba2
ada orkestra dari daerah lambung....semacam gak makan aja. (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) ....pasti
ini gara2 ujan...ya, pasti... (ˇ_ˇ'!l)
> "Saweu gampooong...saweu gampooong... ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌"
Jan 11
> "if your heart really desires for it, the
whole world will help.. (˘⌣˘)"
> "baru2 buka fesbuk,, kenak spam video
ajib2... hadeuh,, ampir gue smash laptop..."
www.republika.co.id
> "Lagi2 bawa-bawa kebebasan
berekspresi... hah, coba dia disuruh 'terjun bebas' dari atas gedung,, yakin
1000% gak bakal mau... ckckck, manusia emang yang paling hobi nyari2
alesan!!!
"There's no absolute freedom in the world!
Please, respect others!! Such a disgrace to the mankind, those band! Just
Disband already!!!
*bikin gue emosi siang2..."
> "ada cerita2 lucu, ada cerita2 sedih,
ada cerita2 bikin nyesek hati, ada cerita2 parah... haah, banyak cerita2
dalam sekali jumpa... ^__^"
> "misi saweu gampong...selese!
hee...(cc: Silviana Dulife, Sitti Rahmi, Enny Jurisa)"
Jan 12
> "when you kill one, you'll become a murderer... but, when you
kill a thousand, you'll become a hero."
*heh, bisa gitu ya...
> "Link2 video ajib2 tuh bener2 bikin
was-was hati...jadi terpaksa ngecek akun fesbuk,, jangan sampe gua kesangkut
kasus 'penyebaran video *****"
Bisa2 akun gua harus pensiun dini thanks to
pencipta link2 video ajib2... (⌣́_⌣̀)"
|
Jan 13
> "why do I keep changing?
….it is so that you doubt your eyes."
> "if only I knew what I know today."
Jan 14
"Till we meet again...
*ke jakarta aku pun kan transit... (maap, pak koes
lagunya terpeleset... hehe)"
Jan 15
"Mendengar lagu yg tdk seharusnya gue denger..jadi
terharu banget... Nyebelin nih (>╭╮<)"
Jan 16
> "Mari belajar Mandarin...
Wo ce tao lah...hehe *apaan sih? (¬_¬")"
> "Bahasan ttg etika berkomunikasi lewat
ruang sosial maya, yah, macem fesbuk gini... Etikanya ya gak jauh beda kayak
didunia nyata... Watch what you say! Bicarain yg baek2 aja... Jangan sampe ada
aksi tuduh-menuduh lah... Um, bagi yg udah terlanjur fitnah..ada baiknya tobat
nasuha..hehe *ini saran beneran, lho... (˘⌣˘)"
Jan 19
"wew.. your life is still not secured,,,
tuing2 *__*"
Jan 21
> "too many things to do, too little
time... *sakitpala +__+"
|
> "phew... kemarin juga baru dengar ada
perdebatan ttg kadar alkohol dalam air...
paham 1: bila ada setetes saja minuman beralkohol
jatuh ke dalam air (yang halal zatnya), maka air itu jadi haram.
paham 2: tapi karena air itu lebih banyak dari
kadar alkohol tadi, maka air tersebut tetap halal.
duh, sepertinya jadi harus benar2 ngerti fiqh,
biar cukup ilmu halal/haram sesuatu nih... kalau perkara syubhat begini
memang gampang memancing kontroversi..."
|
Jan 22
"AArgghH...kotak pinsil gua
raib...kececerkah?? (-̩̩̩-͡ ̗--̩̩̩͡ )"
Jan 23
> "Kenapa kami tidak libur..kenapa?? *antuk-antuk bantal (˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ)"
> "saya tidak kurus... @__@".. itu tidak benar... (cc: Fitri Faradilla.. padahal selalu porsi jumbo nih...*malu2in*)"
Jan 23
> "Kenapa kami tidak libur..kenapa?? *antuk-antuk bantal (˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ)"
> "saya tidak kurus... @__@".. itu tidak benar... (cc: Fitri Faradilla.. padahal selalu porsi jumbo nih...*malu2in*)"
> "Duduk deketan tapi masing2 pegang
hape...tiba2 ada yg nyeletuk... 'You guys texting each other??"
Gyahaha..yah, namanya juga kita lagi ikut ekstra kurikuler teknologi...ahaha
(¬-̮¬")"
Jan 26
"Jalaan-jalaan..jalan-jalan...ƪƪ'▿') ('▿'ʃʃ ƪƪ'▿') ('▿'ʃʃ
*apa seh fufufu (¬-̮¬")
Jan 29
'When The Moon Split'
Jan 30
"naik haji itu memang ke Baitullah... T__T
*mari menabung!!!
Jan 31
"uahh, bloggue tiba2 jadi ksatria baja
hitam... dia berubah!! tiba2 jadi ada embel2 [dot]au ... @__@ *hiee, weirddd
Posted by
Unknown
at
4:59 PM
0
comments
Labels:
Facebook-Related,
The Power of Kata,
What's On My Mind
Monday, July 4, 2011
Doa Anak-Anak Gaza di Pagi Hari
![]() |
| dakwatuna.com (inet) |
Tuhan
Pagi ini kami ingin sekolah
Kami rindu pada madrasah kami yang indah
Kami rindu pada cerita Lubna dan Antarah
Tentu juga Sirah Rasulillah
Pagi ini kami ingin sekolah
Kami rindu pada madrasah kami yang indah
Kami rindu pada cerita Lubna dan Antarah
Tentu juga Sirah Rasulillah
Pagi ini kami ingin secuil roti
Kami ingin sepotong keju
Setetes susu
Dan sebutir Tin dan Zaitun
Kami ingin sepotong keju
Setetes susu
Dan sebutir Tin dan Zaitun
Pagi ini kami ingin belaian cinta
Ayah kami tercinta
Paman kami tercinta
Kakek kami tercinta
Ayah kami tercinta
Paman kami tercinta
Kakek kami tercinta
Pagi ini kami ingin matahari
Yang cerah menyinari Gaza
Dan mengusir segala kecemasan jiwa
Yang cerah menyinari Gaza
Dan mengusir segala kecemasan jiwa
O Tuhan, apakah mereka akan merampas juga
Matahari kami, atau menutup Gaza
Tanpa matahari
Sehingga tak ada lagi pagi bagi kami
Matahari kami, atau menutup Gaza
Tanpa matahari
Sehingga tak ada lagi pagi bagi kami
Tuhan
Biarlah mereka mengucilkan kami dari dunia
Asal setiap pagi
Kau masih tersenyum pada kami
Dunia tidak penting lagi bagi kami
Biarlah mereka mengucilkan kami dari dunia
Asal setiap pagi
Kau masih tersenyum pada kami
Dunia tidak penting lagi bagi kami
Tuhan
Kami tidak pernah mengemis kemerdekaan pada siapapun
Karena kami telah memiliki kemerdekaan itu
Setiap kami menyebut nama-Mu
Dan setiap kami rukuk dan sujud kepada-Mu
Kami tidak pernah mengemis kemerdekaan pada siapapun
Karena kami telah memiliki kemerdekaan itu
Setiap kami menyebut nama-Mu
Dan setiap kami rukuk dan sujud kepada-Mu
Tuhan ini pagi ini kami tetap tersenyum kepada-Mu
Maka tersenyumlah kepada kami
Maka tersenyumlah kepada kami
—
Oleh: Habiburrahman el-Shirazy
Sumber: dakwatuna.com
(Puisi ini pernah dibacakan dalam Konferensi Internasional Pengajar Bahasa Arab Dunia Islam, di Universitas Al Azhar Indonesia, Juli 2010. Dibacakan kembali pada acara Asia-Pacific Community Conference for Palestine di Jakarta, 29 Juni 2011)
Posted by
Unknown
at
4:51 PM
0
comments
Labels:
Palestine,
Photos/Pictures,
Praying Hope,
Puisi/Poem,
The Power of Kata
Monday, June 20, 2011
Lir-ilir, Hiduplah Bagai Air Mengalir...
Lir-ilir, lir-ilir
Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo
Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak sengguh temanten anyar
Cah angon, cah angon
Penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno
Lunyu-lunyu penekno
Kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro, dodotiro
Kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono, jlumatono
Dondomono, jlumatono
Kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo surak'o, surak hiyo…
Tembang tradisional di atas kerap dilantunkan olehku dan teman-teman sepermainan waktu masih bocah dulu. Persisnya saat aku masih sekolah di sebuah TK di Yogya. Sayangnya, aku tidak begitu ingat jelas apa permainannya, karena itu terjadi kala aku masih sangat imut sekali (ehm).
Seingatku, tembang itu kami nyanyikan sama-sama sambil bermain macam-macam. Mungkin, karena begitu seringnya kami melantunkannya, aku samar-samar masih mengingat beberapa lirik tembang tadi.
Hanya saja, aku tidak hapal seluruh bait syairnya, sehingga aku mencoba bertanya ke ibuku, yang kemudian mengaku tidak hapal juga, yah, akibat faktor usia mungkin... hehehe.
Akhirul cerita, aku mencari lirik lengkapnya di Google. Dan, sungguh mengagumkan, ternyata ada banyak situs yang menyebutkan tembang tersebut... beserta artinya.
Aku benar-benar tidak menyangka kalau dolanan yang kami bawakan saat kecil dulu ternyata mengandung makna yang begitu dalam. Dan bahwa sebenarnya, tembang tersebut digubah oleh para Walisongo yang masyhur di tanah Jawa. Namun, tidak diketahui secara pasti Wali yang mana yang telah menciptakannya, karena sumbernya sangat kabur. Ada yang menyebut Sunan Bonang, atau Sunan Kalijaga, atau Sunan Ampel, tapi yang pasti, semua Walisongo tersebut menjadikan dolanan ini sebagai alat penyebaran Islam di tanah Jawa.
Para Walisongo memang terkenal suka menyebarkan Islam di Jawa dengan media budaya atau instrumen, seperti gambelan. Hal ini sangat efektif mengingat masyarakat Jawa menyukai musik dan tarian, sehingga Islam bisa diterima dengan tanpa paksaan.
Lalu, dolanan anak-anak juga merupakan cara para Walisongo untuk mengenalkan Islam, terutama di kalangan anak kecil. Salah satunya adalah tembang di atas, yang berjudul "Lir ilir".
Lir ilir ini punya arti yang kuat bila kita ingin mengurai per kata syair lagunya. Dan bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia, maka artinya kurang lebih begini:
Sayup-sayup bangun (dari tidur)
Pohon sudah mulai bersemi,
Demikian menghijau
Pohon sudah mulai bersemi,
Demikian menghijau
Bagaikan gairah pengantin baru
Anak penggembala,
tolong panjatkan pohon blimbing itu
Walaupun licin(susah)
Walaupun licin(susah)
tetap panjatlah untuk mencuci pakaian
Pakaian-pakaian yang koyak(buruk)disisihkan
Jahitlah, benahilah, untuk menghadap nanti sore
Mumpung terang rembulannya
Mumpung banyak waktu luang
Mari bersorak-sorak ayo…
Dan, bila kita ingin membedah makna simbolik yang tersebut dalam tembang Lir ilir ini, maka akan kita dapatkan maksud sebenarnya dari para Walisongo dahulu dalam usaha mereka menyebarkan Islam ke semua lapisan masyarakat.
Simbol-simbol yang tercantum seperti cah angon atau temanten anyar, merupakan kiasan para Wali untuk merujuk pada hal-hal dalam masyarakat, dan juga karena para Wali sangat mengerti psikologi orang-orang Jawa yang cenderung menggemari simbol-simbol.
Dengan cara ini, para Wali telah mendekati hati masyarakat dengan menyusupi relung-relung jiwa mereka secara tidak langsung agar memahami Islam dan mengamalkannya selalu senantiasa.
Di bawah ini adalah uraian singkat mengenai lirik dalam dolanan anak "Lir ilir" yang aku kutip dari sebuah blog. (terima kasih buat dnuxminds@wordpress.com atas deskripsi sederhana yang sangat informatif dan bermanfaat ini)
- Makna tembang 'Lir ilir'
Ilir-ilir, Ilir-ilir, tandure (hu)wus sumilir
Terjemahan: Bangunlah, bangunlah, tanamannya telah bersemi
Penjelasan: Para Walisongo mengingatkan agar orang-orang Islam segera bangun dan bergerak. Karena saatnya telah tiba. Karena bagaikan tanaman yang telah siap dipanen, demikian pula rakyat di Jawa saat itu (setelah kejatuhan Majapahit) telah siap menerima petunjuk dan ajaran Islam dari para wali.
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
Terjemahan: Bagaikan warna hijau yang menyejukkan, bagaikan sepasang pengantin baru
Penjelasan: Hijau adalah warna kejayaan Islam, dan agama Islam disini digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya.
Cah angon, cah angon, penek(e)na blimbing kuwi
Terjemahan: Anak gembala, anak gembala, tolong panjatkan pohon belimbing itu
Penjelasan: Yang disebut anak gembala disini adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah bersegi lima, yang merupakan simbol dari lima rukun Islam dan sholat lima waktu. Jadi para pemimpin diperintahkan oleh para Wali untuk memberi contoh kepada rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar. Yaitu dengan menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu.
Lunyu-lunyu penek(e)na kanggo mbasuh dodot (s)ira
Terjemahan: Biarpun licin, tetaplah memanjatnya, untuk mencuci kain dodotmu
Penjelasan: Dodot adalah sejenis kain kebesaran orang Jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara/saat-saat penting. Dan buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, dan terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet.
Dengan kalimat ini, para Wali memerintahkan orang Islam untuk tetap berusaha menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka. Karena menurut orang Jawa, agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian biasa.
Dodot (s)ira, dodot (s)ira kumitir bedah ing pingggir
Terjemahan: Kain dodotmu, kain dodotmu, telah rusak dan robek
Penjelasan: Saat itu kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.
Dondomana, jlumatana, kanggo sebo mengko sore
Terjemahan: Jahitlah, tisiklah untuk menghadap (Gusti-mu) nanti sore
Penjelasan: Sebo artinya menghadap orang yang berkuasa (raja/gusti), oleh karena itu disebut ‘paseban’ yaitu tempat menghadap raja. Disini para Wali memerintahkan agar orang Jawa memperbaiki kehidupan beragamanya yang telah rusak tadi dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah swt. di hari akhir nanti.
Mumpung gedhe rembulane, mumpun jembar kalangane
Terjemahan: Selagi rembulan masih purnama, selagi tempat masih luas dan lapang
Penjelasan: Selagi masih banyak waktu, selagi masih lapang kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu.
Ya surak'o, surak hiyo
Terjemahan: Mari bersorak, berteriak... Ayo
Penjelasan: Disaatnya nanti datang panggilan dari Yang Maha Kuasa, maka, sudah sepatutnya bagi mereka yang telah menjaga kehidupan beragama-nya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira.
Demikianlah petuah dari para Walisongo lima abad yang lalu, yang sampai saat ini pun masih tetap terasa relevansinya. Semoga petuah dari para Waliyullah ini membuat kita semakin bersemangat dalam menjalankan ibadah kita di bulan yang penuh rahmat ini. Amin, amin, amin.
(credit to: dnuxminds@wordpress.com)
Penjelasan: Para Walisongo mengingatkan agar orang-orang Islam segera bangun dan bergerak. Karena saatnya telah tiba. Karena bagaikan tanaman yang telah siap dipanen, demikian pula rakyat di Jawa saat itu (setelah kejatuhan Majapahit) telah siap menerima petunjuk dan ajaran Islam dari para wali.
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
Terjemahan: Bagaikan warna hijau yang menyejukkan, bagaikan sepasang pengantin baru
Penjelasan: Hijau adalah warna kejayaan Islam, dan agama Islam disini digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya.
Cah angon, cah angon, penek(e)na blimbing kuwi
Terjemahan: Anak gembala, anak gembala, tolong panjatkan pohon belimbing itu
Penjelasan: Yang disebut anak gembala disini adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah bersegi lima, yang merupakan simbol dari lima rukun Islam dan sholat lima waktu. Jadi para pemimpin diperintahkan oleh para Wali untuk memberi contoh kepada rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar. Yaitu dengan menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu.
Lunyu-lunyu penek(e)na kanggo mbasuh dodot (s)ira
Terjemahan: Biarpun licin, tetaplah memanjatnya, untuk mencuci kain dodotmu
Penjelasan: Dodot adalah sejenis kain kebesaran orang Jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara/saat-saat penting. Dan buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, dan terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet.
Dengan kalimat ini, para Wali memerintahkan orang Islam untuk tetap berusaha menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka. Karena menurut orang Jawa, agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian biasa.
Dodot (s)ira, dodot (s)ira kumitir bedah ing pingggir
Terjemahan: Kain dodotmu, kain dodotmu, telah rusak dan robek
Penjelasan: Saat itu kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.
Dondomana, jlumatana, kanggo sebo mengko sore
Terjemahan: Jahitlah, tisiklah untuk menghadap (Gusti-mu) nanti sore
Penjelasan: Sebo artinya menghadap orang yang berkuasa (raja/gusti), oleh karena itu disebut ‘paseban’ yaitu tempat menghadap raja. Disini para Wali memerintahkan agar orang Jawa memperbaiki kehidupan beragamanya yang telah rusak tadi dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah swt. di hari akhir nanti.
Mumpung gedhe rembulane, mumpun jembar kalangane
Terjemahan: Selagi rembulan masih purnama, selagi tempat masih luas dan lapang
Penjelasan: Selagi masih banyak waktu, selagi masih lapang kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu.
Ya surak'o, surak hiyo
Terjemahan: Mari bersorak, berteriak... Ayo
Penjelasan: Disaatnya nanti datang panggilan dari Yang Maha Kuasa, maka, sudah sepatutnya bagi mereka yang telah menjaga kehidupan beragama-nya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira.
Demikianlah petuah dari para Walisongo lima abad yang lalu, yang sampai saat ini pun masih tetap terasa relevansinya. Semoga petuah dari para Waliyullah ini membuat kita semakin bersemangat dalam menjalankan ibadah kita di bulan yang penuh rahmat ini. Amin, amin, amin.
(credit to: dnuxminds@wordpress.com)
Posted by
Unknown
at
3:33 PM
0
comments
Labels:
FYI (For Your Information),
Lyrics,
The Power of Kata
Wednesday, June 15, 2011
The Future Only God Knows
It's inevitable that I yearn for tomorrows,
For I believe that something is about to happen.
Thinking of it is enough to make my heart goes...
thump, thump, thump.
Even so, I can't predict what that is,
Nor do I know how it will turn out to be.
Yet, the feeling of facing an unavoidable future
is getting me more and more anxious, than ever.
Posted by
Unknown
at
1:48 AM
0
comments
Labels:
English,
Photos/Pictures,
Puisi/Poem,
The Power of Kata,
What's On My Mind
Saturday, June 11, 2011
You and I, Hand in Hand
Posted by
Unknown
at
1:36 AM
0
comments
Labels:
Photos/Pictures,
Puisi/Poem,
Sahibul Friendship,
The Power of Kata
Tuesday, June 7, 2011
Tulisan Dariku
“Berteman tidak hanya dengan satu, dua,
atau beberapa orang saja.
Ia harus lebih dari itu.
Keakraban butuh pengertian,
kedekatan perlu pembinaan.
Ia berwaktu.
Terkadang pencapaian tidak sepenuhnya ada,
namun pertemanan adalah kepastian.
Ia tidak ragu.
Akan kusebut satu demi satu…”
Banda Aceh, April 2005
menulisnya untuk mengenang kebersamaan
dengan teman-teman seangkatan
Monday, May 9, 2011
Kata, dan Kata
tak juga harus menjadi kaku
kata itu bagiku bisa saja rancu
bila kau sangka artinya begitu
tapi, agar kau tahu
saat berkata itu
adalah masa paling kurindu
hingga apa yang menunggu
kutuangkan satu per satu
berlarian keluar hingga aku
tak peduli pada laku kataku
sengajalah diriku,
biar makna dan jiwanya itu
sentiasa dalam pengertianku.
Wednesday, January 19, 2011
Never Knew that I Need It...
Teruslah bergerak hingga KELELAHAN itu LELAH mengikutimu,
Teruslah berlari hingga KEBOSANAN itu BOSAN mengejarmu,
Teruslah berjalan hingga KELETIHAN itu LETIH bersamamu,
Teruslah bertahan hingga KEFUTURAN itu FUTUR menyertaimu,
Teruslah berjaga hingga KELESUAN itu LESU menemanimu...
(Ust. Rahmat Abdullah)
Often, I think that all choices that I made have led me to unexpected, difficult plus complicated situations.
I understand that in any way, God has His own ways to answer all of our problems...
He might postpone it, or perhaps replace it with a better one...
We, humans, just don't have this knowledge...
Then, I realize...to be patient...is not an easy task
My hope keeps getting up and down
And so, I support myself with those encouraging words
Because I believe God's help is in those simple-written language
It's just...never did I know, I would need it so bad...
Iman seorang mukmin akan tampak disaat ia menghadapi ujian, disaat totalitas dalam berdo´a tapi belum melihat pengaruh apapun dari do´anya . Ketika ia tetap tidak mengubah keinginan dan harapannya meski sebab-sebab untuk putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih baik untuk dirinya. (Ibnu Jauzi)
Maka, selalu di penghujung kisah...
aku membesarkan jiwa dengan doa
yang kupanjatkan dengan harapan
Allah yang Maha Mengetahui
menganugerahkan yang terbaik
dan memang pantas untuk kudapatkan...
Mungkin saat ini memang berat untuk bersabar...
tapi aku menyadari bahwa jika Allah memberi banyak kemudahan
maka mungkin saja,
semakin berat untukku bersyukur pada-Nya...
Teruslah berlari hingga KEBOSANAN itu BOSAN mengejarmu,
Teruslah berjalan hingga KELETIHAN itu LETIH bersamamu,
Teruslah bertahan hingga KEFUTURAN itu FUTUR menyertaimu,
Teruslah berjaga hingga KELESUAN itu LESU menemanimu...
(Ust. Rahmat Abdullah)
Often, I think that all choices that I made have led me to unexpected, difficult plus complicated situations.
I understand that in any way, God has His own ways to answer all of our problems...
He might postpone it, or perhaps replace it with a better one...
We, humans, just don't have this knowledge...
Then, I realize...to be patient...is not an easy task
My hope keeps getting up and down
And so, I support myself with those encouraging words
Because I believe God's help is in those simple-written language
It's just...never did I know, I would need it so bad...
Iman seorang mukmin akan tampak disaat ia menghadapi ujian, disaat totalitas dalam berdo´a tapi belum melihat pengaruh apapun dari do´anya . Ketika ia tetap tidak mengubah keinginan dan harapannya meski sebab-sebab untuk putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih baik untuk dirinya. (Ibnu Jauzi)
Maka, selalu di penghujung kisah...
aku membesarkan jiwa dengan doa
yang kupanjatkan dengan harapan
Allah yang Maha Mengetahui
menganugerahkan yang terbaik
dan memang pantas untuk kudapatkan...
Mungkin saat ini memang berat untuk bersabar...
tapi aku menyadari bahwa jika Allah memberi banyak kemudahan
maka mungkin saja,
semakin berat untukku bersyukur pada-Nya...
Monday, June 21, 2010
"Butir-butir Hidupku"
Aku telah belajar, bahwa kelas terbaik di dunia ini adalah di kaki seorang yang tua
Aku telah belajar, bahwa hanya orang yang berkata kepadaku,’Kau telah membahagiakanku!’ yang benar-benar membahagiakanku
Aku telah belajar, bahwa menemukan anak yang tertidur di pangkuanmu adalah salah satu perasaan yang paling damai di dunia
Aku telah belajar, bahwa menjadi lebih baik jauh lebih penting daripada menjadi benar
Aku telah belajar, bahwa kau tak seharusnya pernah menolak hadiah dari seorang anak
Aku telah belajar, bahwa aku selalu bisa mendoakan seseorang ketika aku tak kuasa menolongnya dengan cara apa pun
Aku telah belajar, bahwa seserius apa pun kehidupan menuntutmu, setiap orang butuh seorang teman juga ketika melakukan hal-hal keliru
Aku telah belajar, bahwa terkadang yang dibutuhkan seluruh orang adalah tangan untuk pegangan dan hati tempat mengadu
Aku telah belajar, bahwa hidup ini seperti rol tissue, yang paling ujung, yang paling cepat habis
Aku telah belajar, bahwa peristiwa-peristiwa kecil keseharian yang membuat hidup spektakuler
Aku telah belajar, bahwa di bawah batok kepala seseorang adalah seseorang yang ingin dihargai dan dicintai
Aku telah belajar, bahwa Tuhan tidak mengerjakan semuanya sekali jadi. Lalu apa yang membuatku berkata bisa?
Aku telah belajar, bahwa mengabaikan fakta-fakta tidak akan mengubah fakta
Aku telah belajar, bahwa cinta, bukan waktu, yang menyembuhkan segala luka
Aku telah belajar, bahwa setiap orang yang kau temui layak mendapatkan sambutan senyum darimu
Aku telah belajar, bahwa tiada yang sempurna sampai kau jatuh cinta pada mereka.
Aku telah belajar, bahwa hidup ini keras, tetapi aku lebih keras lagi
Aku telah belajar, bahwa berbagai peluang itu takkan pernah hilang, seseorang akan menggunakan peluang-peluang yang kau lewatkan
Aku telah belajar, bahwa ketika kau memendam benci, kebahagiaan dimanapun akan kandas
Aku telah belajar, bahwa seseorang harus menjaga kata-katanya lembut dan halus, sebab besok mungkin ia akan memakanmu
Aku telah belajar, bahwa senyum adalah cara termurah untuk memperbaiki penampilanmu
Aku telah belajar, bahwa aku tak dapat memilih bagaimana aku merasa, tapi aku dapat memilih apa yang aku buat untuknya
Aku telah belajar, bahwa yang terbaik adalah aku memberi nasihat hanya di dua lingkungan; ketika diminta dan ketika kehidupan mengancam situasi
Aku telah belajar, bahwa semakin sedikit waktu yang tersedia untuk mengerjakan sesuatu, semakin banyak yang dapat kukerjakan
Aku telah belajar…
Kepada kau semua…
Pastikan kau membaca dari awal hingga akhir.
(Andy Rooney)
Subscribe to:
Posts (Atom)


