Configuration

"between the good and the bad is where

you'll find me reaching for heaven"















FrenshiPath

Daisypath - Personal pictureDaisypath Friendship tickers

Monday, October 31, 2011

ga jeles...

berhubung udah ngajuin pensiun dini (maksudte, nganggur) jadinya aku kayak semacam gak tau mo ngapain...  


tapi, daripada entar jadi depresi saking gak ada kerjaan... mending juga aku maen-maen aja. itung-itung, balas dendam karena dulu-dulu banyak waktu abis buat nyari kerjaan... huehehe


ayuh, menggembira!!!   >.<

Sunday, October 30, 2011

Satu Permohonan

Ini adalah puisi yang menurutku sangat menyentuh hati. Puisi yang juga merupakan doa dari seorang suami, Mustafa Chamran, untuk kekasih hatinya, Ghadeh, sang istri tercinta... Very touching words, indeed. :)


Ya Allah,
Aku mohon satu hal dari-Mu
Dengan penuh ketulusan:

"Kuingin kekasihku memikirkanku
Bak sekuntum bunga indah
Yang tumbuh di jalan kehidupan
Dan kesempurnaan,

Kuingin kekasihku memikirkanku
Seperti sepotong lilin-lemah-kecil
Yang menyala dalam kegelapan
Hingga akhir hayatnya,
Dan ia beroleh manfaat
Dari cahayanya untuk masa
Yang singkat,

Kuingin kekasihku memikirkanku
Bagai angin surgawi yang berhembus dari langit,
Yang membisikkan di telinganya
Kata-kata cinta, dan
Pergi menuju kata tanpa batas."
Mustafa Chamran

Sunday, October 23, 2011

Moody Lady in Action

kalo mengikut arahan para penulis-penulis gede, seorang penulis yang baik itu adalah dia yang tidak terpengaruh mood di kala ingin menulis.

tapi, gue enggak. 

sebagai penulis mini, gue akan berujar gini: "sungguh saya ingin jadi penakluk mood, tapi apalah daya, mood mengambil porsi terbesar dalam diri saya. saya adalah seorang moodian. karena saya adalah seorang yang bergolongan darah B." *yah, emang gak ada hubungannya...

lalu, karena gue sadar diri sebagai pemudi yang moodian. gue akan ngaku aja. kalo ada yang menemukan blog ini jadi sering ter-update, sampe sehari bisa ada beberapa postingan. itu tak lain tak bukan karena gue in a good mood.

tapi, kalo blog ini semacam terlantar, dan beberapa hari bahkan mungkin bulan, blog ini isinya gak jelas dan suka ngawur, itu dikarenakan gue in a bad mood. 

maka, begitulah. 

bagaimana sebuah mood bisa mempengaruhi seorang gue.

sekian.



tertanda,
the moody lady.

Thursday, October 20, 2011

Haditsul Ifki, Sebuah Kebohongan yang Nyata

Aku bertanya pada Rabbku, "Mengapa kemalangan ini menimpaku, duhai Tuhanku?" Maka, jawab Rabbku, "Adalah itu karena Aku Merindukanmu, wahai hambaKu. Aku merindukan saat-saat engkau memanggil-manggil namaKu dalam tiap desah nafasmu... dalam tiap gerak langkahmu... dan dalam tiap-tiap doa yang kau panjatkan senantiasa kepadaKu..."

Jauh di suatu masa yang lampau itu, seorang muslimah yang semua kebaikan terhimpun pada dirinya terhempas dalam sebuah fitnah yang nyata. Ia, yang selalu menjaga kehormatannya, lisannya, dan dirinya, telah terpuruk oleh kekejian yang disebarkan dengan sengaja oleh kaum munafik yang ingin merusak sebuah rumah tangga yang paling diberkahi seluruh alam dan umat Islam sekaliannya.

Ia, yang tak tahu menahu akan berita bohong yang terlanjur tersebar di kalangan muslimin, hanya bisa mendamaikan hatinya kepada Allah swt, Tuhannya yang Maha Mengetahui. Tuduhan akan tercemarnya kesuciannya itu sungguh terlalu berat untuk ia pikul sendiri.

Ia, sang ibu kaum muslimin, wanita cendikia yang tak alpa menabur kebaikan di setiap waktunya... adalah, Aisyah r.a, istri terkasih nabi umat Islam, Rasulullah Muhammad saw. Wanita yang telah terjamin surga untuknya.

Kisah ini, telah menyebabkan Tuhan semesta alam, sang Rabbul Izzati, menyampaikan firmanNya kepada Rasul saw dan telah membuat kaum muslimin sekalian mengerti bahwa yang Haq adalah Haq, dan yang Bathil adalah Bathil.

Kebenaran harus ditegakkan. Dan, tiada hal dusta yang lebih berbahaya melainkan rusaknya kehormatan seorang muslimah karena fitnah yang nyata.

Sesungguhnya, fitnah adalah kekejaman yang tanpa bentuk, dan ia, mampu menyakiti seseorang yang terjaga kemurnian kehormatannya melebihi sakitnya tusukan pedang. Ia melukai sangat dalam, dan bekasnya akan selalu ada.

Maka, berhati-hatilah dengannya. Sesungguhnya ia seperti persangkaan yang buruk, yang membakar kebaikan bagaikan api menghanguskan kayu bakar.

Habis tanpa sisa.

  • Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. (11)
  • Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata, "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata."  (12)
  • Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta. (13)
  • Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. (14)
  • (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. (15)
  • Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu, "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar."  (16)
  • Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman,  (17)
  • dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.  (18)
  • Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.  (19)
  • Dan sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).  (20)
  • Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.  (21)
  • Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  (22)
  • Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,  (23)
  • pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.  (24)
  • Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allahlah Yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).  (25)
  • Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). (26)
 :::QS An-Nur ayat 11-26:::

Wednesday, October 19, 2011

kasus neh... wadoh!

mau ketawa aja, ntar disangka gila... mau sedih juga, ih, siapa dia bisa merusak bahagia gua. nah, giliran mau marah-marah, jadinya ntar malah makin parah. runyam suasana. kalo mau dibiarin aja, gua jelas gak terima. diperlakukan bak seorang pendosa. huft. 

begitu mau diikhlasin, wadow, gua gak sebaek itu ngelepas orang yang udah mencemarkan nama baik gua (oh, oke emang kebaikan saya gak mendunia, tapi yang pasti saya selalu nabung, lho, dan itu adalah suatu kebaikan...). semua udah pada tau dong, kalo fitnah itu lebih kejam daripada tidak memfitnah. ckckck, itu semua wajib (gak pake sunat) untuk tau soal yang satu ini.

ujung-ujungnya bingung. itu udah jelas.

karena gua masih dalam prosesi kebingungan dan sedang berusaha nyari jalan keluar... gua belom bisa cerita kronologisnya gimana.

yang bisa gua kasih tau cuman satu. 

GUA DIBOIKOT!!! *ehe, udah dramatis tak?

PS: eh, sekadar bocoran nyak... ini postingan ada kaitannya ama postingan sebelumnya. huehehe, padahal gua udah janji gak mau bagi-bagi ke blog gua. tapi apalah daya... gua cuma wanita biasa... ehe.

PS2: udah, percaya aja. gua suer kalo udah gak bingung lagi... gua tulis dah semua. ehehe.