Configuration

"between the good and the bad is where

you'll find me reaching for heaven"















FrenshiPath

Daisypath - Personal pictureDaisypath Friendship tickers

Saturday, May 8, 2010

Boulevard of My Dreams

Rabu lalu, 5 Mei, aku ikut seleksi interviu di Pusat Bahasa Unsyiah. Yep, bener sekali. Aku apply beasiswa Pemda NAD yang kapan itu dibuka dan diumumin di koran Serambi Indonesia.

Oh bukan, bukan mau ngambil S2 lagi (yang mana aku udah dapet gelarnya), tapi aku berminat buat nyambung kuliah aku ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi…itulah S3.
Namun, qabla proses pengurusan berkas, aku dihadang oleh dilemma para wanita pada umumnya, yakni: ‘ngapain ngambil S3 terus….kenapa enggak mikir buat jadi is-3 aja dulu?’ sebuah reaksi denial yang normal ditunjukkan oleh pihak keluarga, kerabat dan handai taulan. It is a huge dilemma. It really is.

Begitulah, aku sempat harus bertafakkur alam untuk mengatasi masalah yang sebiji ini. Jalan-jalan ngukur kota Banda Aceh pake motor, jalan-jalan bareng temen ke mana-mana, dan sebagainya…dan sebagainya. Lalu, muncullah jawaban atas tanya mereka itu.

Maka, dalam debat kusir yang diadakan anywhere in this town tersebut, aku dengan hati pasti setengah mati menuturkan jawaban yang berbunyi kira-kira begini, “Kenapa memangnya kalo mau nyambung S3, apa salahnya? Lagian, Indonesia udah merdeka, penjajah udah pergi, daripada kelamaan nunggu dilamar jadi istri, mending aja jadi S-three….ntar, kalo emang jodoh, pasti datang sendiri, pada saatnya nanti…” Yang langsung disambut dengan komplain-komplain panjang dan lamaaa…yah, aku dengan santainya tetap aja enggak peduli…mau gimana lagi, abis emang realitanya gini…kita tetap harus maju, walau apa pun yang terjadi (kecuali kalo ada badai dan bencana alam lainnya, itu mah lain lagi ceritanya).

So, eniwei, setelah ngumpulin berkas-berkas yang ribet itu, dan aku pada akhirnya keterima…tibalah pada tahap interviu ini. Proses interviu kemaren itu bener-bener sebuah proses panjang dan butuh pengorbanan serta kesabaran tinggi, dimana aku sebagai seorang hamba Allah sejati telah diuji didalamnya, untuk melihat apakah aku memang pantas dan layak untuk mendapatkan semua anugerah itu.

Yak, imagine that, pengumuman interviu dijadwalkan dimulai pada jam 8.15 WIB untuk semua kelompok, A, B, C, dan D. Aku tergolongkan di kelompok A, dengan nomer urut 24. Nah, datanglah aku dengan semangat 2010 ke lokasi kejadian sekitar 8.20-an (karena kuatir jadwalnya ngaret, jadi aja aku berusaha enggak on time-on time amat…).

Ketemu ama adek-adek letting aku di TEN, say hi, salam-salaman, gosip-gosipan, lucu-lucuan, sampe pindah-pindahan tempat duduk (Tempat duduk pertama: “eh, kak ika gak kedapetan tempat nih, kita pindah yok!” kata adek-adek letingku itu. Di tempat duduk kedua: “wah udah mulai panas nih, matahari-nya udah ke arah sini ini, pindah yok!” kata adek-adek letingku lagi. “kayaknya yang disitu bisa, walo agak nyudut gitu” aku mencoba menawar sebuah tempat yang oke buat mojok bareng. Di tempat ketiga: “gimana kalo kita pindah aja, tuh ada bangku panjang kosong, yok cepetan sebelum ada yang duduk disitu” akhirnya adek-adek letingku itu nawarin pindah lagi. “untung gak ada survey juga ya disini, kalo ada, ntar kita udah dapet penghargaan “Kelompok Ter-Nomaden Hari Ini” hhehehe..” aku nyerocos asal. Dan kita untuk terakhir kali menjadikan bangku-panjang-yang-ada-dibawah-tangga sebagai basecamp kami pada hari naas itu).

Disela-sela kami ngobrol yang enggal jelas juntrungannya itu, jam adalah sebuah benda yang paling sering dilirik. Pas jarum jam pendek di posisi 9, dan jarum jam panjang nya di posisi 15…akhirnya, para-para interviewer kami berbondong-bondong naek ke lantai 2, lantai tempat diadakan interviu-interviu tersebut.

Satu nama orang dipanggil. Aku gak kenal. Jangan ditanya.

Lalu, satu lagi….terus another satu lagi.

Menunggu…terus menunggu….bener-bener ngebosenin.

Jam 10 teng. Waaaksss…seteres aku. Aku udah enggak tahan lagi. Aku…Ah, bayangin coba, sebenernya aku ada jadwal ngajar di TEN jam 8.15 sampe jam 10.30…dan karena ada interviu jijai bajai ini, aku cancel deh tuh jadwal. I thought I would get that interviu done at the scheduled time…higs..higss…mengecewakan banget…aku udah ilangin waktu ngajar aku dan makin membuat aku harus cari jadwal ganti….kecewa aku sebagai peserta wawancara.

But, show must go on…interviu tetap jalan…dengan lambatnya.
And, what do you know? Aku, dengan ijin Allah swt, pada ujung cerita bisa ikut interviu juga di hari itu….pada jam 1.30 siang. SIANG, sodara-sodara!!! Huhuu…aku terpaksa harus makan di café-café pinggir lapangan tugu itu (karena lagi pengen es kelapa muda sama rujak pak etek, hehe), dan shalat zuhur di masjid kampus…

Gara-gara udah kadung sebel, aku yah, lambat-lambat aja selesai shalat, lipat mukena adegan slow motion, jalan sambil menikmati siang terik hari (yang mana aku nyesal abis setelah sok-sok ‘menikmati’ itu), dan naek tangga sambil nyeret-nyeret kaki biar gak pas-pas banget nyampenya…fufufu…drama banget lah aku pokoknya…

Dan, bagaimana nasib para peserta di kelompok A dan lainnya itu? Begitulah, sehubungan dengan lambatnya proses tanya-jawab tersebut, maka bagi nama-nama berikut, akan dilaksanakan interviu pada…ESOK harinya, di waktu dan tempat yang sama…demikianlah…

And, my fate…during the interview…ditanyain tentang “what is your name?”, yang dengan begonya, aku melirik ke arah berkas aku yang ada di atas meja di depan mataku, dan menjawab, “ika kana trisnawati”, which is aku jadi heran, kenapa aku pake lirik-lirikan segala gitu, kayak orang lain yang kusuruh gantiin aku, en daripada salah nyebut nama mending liat ke berkas aja…ckckck…kira-kira si pewawancara nya mikir aku tuh orang lain enggak ya? Halah..macem-macem aja…

Trus juga, karena aku milih Taiwan, jadi ditanya tentang “why you choose Taiwan?” etc..etc…, yang hampir kujawab dengan, "because it's my hometown" ehhe...

Hah, benerlah, interviu itu….males banget sejujurnya kukatakan kalo ditanya-dan-menjawab gitu, pengennya sih seleksi enggak usah aja ada interviu segala…mhehe…

But, still, karena itu adalah ajang yang menentukan apakah aku keterima ato enggak, so, aku musti ngejawab dengan bagus, buat ngeyakinin bapak-bapak interviewer itu kalo aku pantes dan layak jadi juara-nya….Amien. Amien. Amien…

No comments:

Post a Comment