Configuration

"between the good and the bad is where

you'll find me reaching for heaven"















FrenshiPath

Daisypath - Personal pictureDaisypath Friendship tickers

Monday, May 16, 2011

Aceh Care for Japan: Houkiboshi Charity Event

Pada tanggal 27 Maret lalu, Houkiboshi mengadakan acara dalam rangka memberi support non fisik untuk rakyat Jepang yang terkena tsunami. 

Acara diawali dengan bagi-bagi origami bangau kertas ke khalayak ramai di lapangan Blang Padang pada sekitaran jam 8 pagi, dan kemudian disusul oleh mandi bersama,... eh, diguyur hujan yang subhanallah derasnya ampun-ampunan, dan sukses membuat aku dan yang lainnya basah kuyup...

Setelah memperkirakan bahwa hujan tidak akan reda dalam waktu dekat sedangkan acara di Escape Building harus segera dimulai, maka jadilah kami --walau badai menghadang-- tetap melaju dengan motor dan mobil masing-masing. Tentu saja, membuat baju basah kuyup sesi kedua sukses kami raih.

Di Escape Building, yang terletak di desa Lambung, acara meliputi tari Saman Aceh, tari tradisional Jepang, pembacaan puisi, paduan suara, drama rekonstruksi tsunami Aceh, dan foto bareng.

Di saat yang sangat kebetulan sekali, ada beberapa reporter stasiun tv swasta Jepang yang tengah berada di Aceh dan mereka bersedia datang untuk meliput acara kami, untuk kemudian ditayangkan di stasiun tv mereka. (sudah di upload di Youtube tuh... cuma, lupa link-nya, hehe)

Dalam masa-masa menyukseskan acara ini, beberapa orang yang terguyur hujan (termasuk aku) harus rela tidak pulang ke rumah dulu untuk mengganti baju (berhubung rumah kita semua jauh-jauh banget) dan dalam sejuknya hari, kami pun pasrah membiarkan baju basah itu kering di badan... *heuheu...

Setelah dari Escape Building, kami melanjutkan ke Masjid Raya untuk bagi-bagi origami sesi dua, dan masih dengan iringan hujan yang turun perlahan tapi pasti lalu deras lagi... kami pun akhirnya bernaung di dalam masjid.

Di areal masjid, kami berjumpa dengan seorang mahasiswa Jepang yang datang khusus ke Aceh hanya dalam rangka meminta orang-orang di sini menuliskan kata-kata motivasi bagi rakyat Jepang yang terkena tsunami. Dia berinisiatif begitu, karena menurutnya sangat bagus bila orang-orang yang mengalami hal serupa memberi dorongan moral, sehingga rakyat Jepang bisa ikut termotivasi juga. (padahal dia tidak bisa bahasa Aceh, ataupun Indonesia... gilee, dah, nekat amat...)

Selesai di masjid, kami pun bergabung dengan grup yang masih berada di area Simpang Lima. Dan, masih dengan hal yang sama, kami pun turut membagi origami bangau kertas yang masih tersisa.

Tetapi, betapa sungguh tak dinyana, kami lagi-lagi berjumpa dengan beberapa orang dari Jepang, yang sedang dalam perjalanan menuju sebuah hotel. Awalnya mereka sangka, kami sedang mengumpulkan sumbangan, namun begitu dijelaskan, mereka langsung menyalami, dan memberitahu bahwa mereka dari Jepang. Saking terharunya mungkin, mereka malah memotret kami. Jadilah, aku dan mereka saling potret. Hehehe.

Biar segalanya jelas, inilah hasil dokumentasi kami. Enjoy!















































kak Nomy, "welcome to Banda Aceh"

tidak, acara kami tidak disponsori oleh iklan di atas ini

No comments:

Post a Comment